Virus Corona: Pengertian, Gejala, Cara Penyebaran, Cara Mencegah Penularan, Kesimpulan
Covid-19
A. Pengertian Covid-19
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.
Pemeriksaan awal virus Corona dimulai dengan mengecek suhu tubuh setiap orang yang baru bepergian atau masuk ke suatu negara. Suhu tubuh orang normal atau sehat yaitu 37,5 derajat celcius, namun ciri-ciri orang yang terinfeksi virus Corona suhu tubuhnya bisa mencapai 38 derajat celcius atau bahkan lebih.
2. Sakit kepala
Selain kenaikan suhu tubuh atau demam, seseorang yang terinfeksi Corona juga akan mengalami sakit kepala.
3. Flu atau pilek
Gejala yang paling terlihat dan diduga sebagai sumber penularan antar manusia adalah flu atau pilek. Orang yang terkena virus Corona akan terkena flu dan cairan yang keluar dari flu ini berisiko membuat orang lain tertular. Virus Corona diduga dapat menempel dan bertahan hidup pada benda yang terkontaminasi selama 9 hari.
4. Batuk parah
Bagi yang mengidap batuk-batuk yang tak kunjung reda, atau bahkan sudah mulai kronis harus segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat. Hal ini patut dicurigai, terutama bagi mereka yang baru saja berinteraksi dengan orang-orang yang baru bepergian keluar negeri.
5. Sesak atau sulit bernapas
Tak hanya batuk saja, orang terjangkit virus Corona juga akan merasakan sesak atau kesulitan bernapas. Gejala virus Corona memang mirip dengan gejala penyakit pneumonia yang membuat seseorang yang terkena mengalami sesak napas pendek.
6. Badan teras lesu lemas
Mendadak lemas banyak dialami oleh orang yang terjangkit virus corona. Corona virus menyerang siapa saja namun risiko lebih besar pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, misal anak kecil dan orang tua.
C. Cara Penyebaran
WHO menyebut virus corona dapat menyebar melalui tetesan atau percikan (droplet) kecil dari hidung atau mulut ketika seseorang yang terinfeksi virus ini bersin atau batuk.
Tetesan itu kemudian mendarat di sebuah benda atau permukaan yang lalu disentuh dan orang sehat tersebut menyentuh mata, hidung atau mulut mereka.
Virus corona juga bisa menyebar ketika tetesan kecil itu dihirup oleh seseorang ketika berdekatan dengan yang terinfeksi corona.
"Hingga kini belum ada penelitian yang menyatakan virus corona COVID-19 bisa menular melalui udara," jelas WHO seperti dikutip dari situsnya.
a. Percikan air liur pengidap (bantuk dan bersin).
b. Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.
c. Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona.
Tetesan itu kemudian mendarat di sebuah benda atau permukaan yang lalu disentuh dan orang sehat tersebut menyentuh mata, hidung atau mulut mereka.
Virus corona juga bisa menyebar ketika tetesan kecil itu dihirup oleh seseorang ketika berdekatan dengan yang terinfeksi corona.
"Hingga kini belum ada penelitian yang menyatakan virus corona COVID-19 bisa menular melalui udara," jelas WHO seperti dikutip dari situsnya.
a. Percikan air liur pengidap (bantuk dan bersin).
b. Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.
c. Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona.
Khusus untuk COVID-19, masa inkubasi belum diketahui secara pasti. Namun, rata-rata gejala yang timbul setelah 2-14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh. Di samping itu, metode transmisi COVID-19 juga belum diketahui dengan pasti. Awalnya, virus corona jenis COVID-19 diduga bersumber dari hewan. Virus corona COVID-19 merupakan virus yang beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar.
Sebenarnya virus ini jarang sekali berevolusi dan menginfeksi manusia dan menyebar ke individu lainnya. Namun, kasus di Tiongkok kini menjadi bukti nyata kalau virus ini bisa menyebar dari hewan ke manusia. Bahkan, kini penularannya bisa dari manusia ke manusia.
Sebenarnya virus ini jarang sekali berevolusi dan menginfeksi manusia dan menyebar ke individu lainnya. Namun, kasus di Tiongkok kini menjadi bukti nyata kalau virus ini bisa menyebar dari hewan ke manusia. Bahkan, kini penularannya bisa dari manusia ke manusia.
2. Mengurangi kontak dengan orang sakit
3. Melakukan etika batuk dan pakai masker saat sakit
Dapat dilakukan dengan cara :
a. Mencuci tangan sebelum memakai masker.
b. Menutupi mulut dan hidung agar tidak ada celah antara wajah dengan masker.
c. Menghindari menyentuh masker saat menggunakannya.
d. Mengganti masker dengan yang baru ketika terasa lembap.
e. Melepas masker dari belakang tanpa menyentuh bagian depan.
f. Membuangnya di tempat sampah tertutup dan segera cuci tangan.
g. Tidak mengusap mata, hidung, mulut, dan wajah dengan tangan yang kotor.
a. Mencuci tangan sebelum memakai masker.
b. Menutupi mulut dan hidung agar tidak ada celah antara wajah dengan masker.
c. Menghindari menyentuh masker saat menggunakannya.
d. Mengganti masker dengan yang baru ketika terasa lembap.
e. Melepas masker dari belakang tanpa menyentuh bagian depan.
f. Membuangnya di tempat sampah tertutup dan segera cuci tangan.
g. Tidak mengusap mata, hidung, mulut, dan wajah dengan tangan yang kotor.
4. Memasak daging dan telur hingga matang
5. Menjaga daya tahan tubuh
Dapat dilakukan dengan cara :
a. Rutin berolahraga.
b. Makan makanan yang bergizi.
c. Memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, seperti vitamin C dan D.
a. Rutin berolahraga.
b. Makan makanan yang bergizi.
c. Memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, seperti vitamin C dan D.
Kesimpulan
Virus corona bukan hanya mengingatkan. Tapi menegaskan. Bahwa manusia itu bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa di dunia ini. Manusia tidak lain hanya makhluk kecil seperti semut bahkan virus corona juga di mata-Nya. Ini bukan soal takut atau tidak takut. Bukan pula soal stress atau tidak stress. Tapi soal hikmah, siapa yang mampu mengambil hikmah dari wabah virus corona. Manusia yang berpikir, atas apa yang telah diperbuat sebelumnya. Dan mau bagaimana si manusia ke depannya?
~TERIMAKASIH~
Tinggalkan Komentar dan Bagikan😊👐





Komentar
Posting Komentar